Workshop Keroncong untuk Siswa-Siswi SMKN 12 Surabaya

Hari Senin pagi, 6 Januari 2020, saya dihubungi Mbak Kiki, guru musik di SMK N 12, Surabaya. Beliau meminta agar saya dan teman-teman Kroncongan Agawe Santosa bersedia untuk memberikan apresiasi musik keroncong kepada siswa-siswi sekolah itu. Jadwalnya akan diadakan Kamis, 9 Januari. Jadi, kegiatan ini sangat mendadak.

Esok harinya kukumpulkan teman-teman yang bersedia gabung di kegiatan edukasi ini. Dan syukurlah hampir semua “master-master muda” menyanggupi. Lalu saya segera mencarikan tempat. Pilihan jatuh di Rumah Budaya Siliran, memang langganan di situ kalau kami bikin acara.

Tiba di hari H pelaksanaan kegiatan. Rombongan sekitar 60-an siswa-siswi itu datang dengan satu bus besar, dan beberapa guru menggunakan satu mobil khusus. Kami pun memulai kegiatan ini dengan riang gembira. Seluruh peserta mengapresiasi dengan sangat baik. Dijelaskan mulai dari sejarah, ciri-ciri musik keroncong, hingga ngejam bersama. Ya, bisa dibilang acara ini tidak membosankan.

Terimakasih kepada teman-teman berikut yang bersedia direpoti mendadak: Irvant Rizky, Puput Pramuditya, Novti, Wawan, Revi, Mas Dalbo, Reza, Mas Feri.

Kegiatan apresiasi seperti ini sangat penting. Bagi kami juga melatih untuk belajar menjelaskan mengenai musik keroncong kepada siswa-siswi muda-belia ini. Bagi mereka kegiatan ini bermanfaat untuk menambah wawasan teknis maupun seluk-beluk dunia keroncong.

Sukses untuk kalian semua! Semoga SMK N 12 makin maju!

Terima Kasih, 2019!

Terimakasih “2019” memberi pengalaman luar biasa kepada saya. Bersyukur menyelesaikan semua ini dengan lancar. Ada yang begitu mudah dilalui, ada yang bikin sulit tidur.

1. Kroncongan Agawe Santosa X Jompet (Musikus)
2. Buku “Mendidik dari Hati” Ike Kusumawati (Editor)
3. Buku “Gong Luang” I Wayan Sudirana (Penerbit/AMT)
4. Buku “Total Perkusi” (Desainer Sampul)
5. Ramadhan Rukun (Bendahara)
6. Buku “Keroncong Gadhon” (Penerbit/Editor)
7. Sanggar Keroncong Santosa (Pendiri/Tutor)
8. Litererie “Music Writing Course” (Pendiri/Tutor)
9. Kroncongan Agawe Santosa X Teater Gondolaju (Manajer)
10. Piano Recital “Angelica Liviana” (Manajer Produksi)
11. MocoSik Festival (Pembicara)
12. Kampung Buku Jogja (Partisipan Pameran/AMT)
13. FKY (Partisipian Pameran/AMT)
13. Seamex (Partisipan Pameran/AMT)
14. Joglit Festival (Partisipan Pameran/AMT)
15. Buku “Duo Piano” (Penulis dan Editor)
16. GusFu dan Keroncong Milenial (Musikus, Arranger)
17. October Meeting (Penyelenggara/AMT)
18. Pasar Keroncong Kotagede (Kurator)
19. Kroncongan Agawe Santosa x Brian (Manajer)
20. Ngayogjazz (Partisipan Pameran/AMT)
21. Keroncongan Borobudur Writers and Cultural Fest. (Manajer)
22. Pertunjukan SGATAR Dirjen Pajak (Direktur Artistik)
23. “Seni di Ruang Publik” ITN Malang (Pembicara)
24. “Keroncong Riwayatmu Nanti” (Pembicara)
25. Album “GATRA” Nocturnal Guitar Quartet (Produser)
26. Buku “Sebuah Pesan Mendesak” Viktor Sandi. (Editor)
27. Beberapa proyek penelitian (Narasumber, Konsultan)

SAMPAI JUMPA 2020!

Seni di Ruang Publik

Mendongeng seni di minggu pagi (24 November 2019) untuk 80an mahasiswa Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, ITN, Malang. Berangkat jam 7 pulang agak siang mampir makan bakso Malang.

Terimakasih Bp. Dr. Ir. Ibnu Sasongko, MT utk kepercayaannya. Dan terimakasih sobatku Ibnu Angga Handaru yang sudah membantu menjerumuskan saya ke pengalaman baru yang menantang dan manfaat.

Album GATRA – Nocturnal Guitar Quartet akan Dirilis

Dengan senang hati kami mengundang semua rekan-rekan untuk hadir pada acara peluncuran album GATRA – Nocturnal Guitar Quartet. Mari bersama-sama menjadi bagian paling intim untuk kelahiran album perdana kami ini.

Rabu, 27 November 2019
19.00 WIB | Noma Cafe Yogyakarta
GRATIS
Silakan reservasi tempat: 089675711546

Album ini didukung sepenuhnya oleh:
Art Music Today, Seruni Audio, DS Records
Rekambergerak, Noma Cafe

Memulai karir di Yogyakarta, Indonesia, pada 2014, Nocturnal Guitar Quartet (NGQ) telah tumbuh pesat sebagai ansambel yang memiliki reputasi internasional. NGQ berpengalaman memainkan karya-karya moderen dan kontemporer dari berbagai komponis lintas benua, tak terkecuali karya-karya komponis Indonesia. Anggota NGQ, Robi Handoyo, Adi Suprayogi, Vaizal Andrians, dan Gita Puspita Asri—telah saling kenal dan bekerja bersama-sama jauh sebelum NGQ berdiri. Kwartet ini adalah kwartet yang membawa nilai persahabatan yang tinggi. “GATRA” adalah album perdana NGQ, menandai lima tahun perjalanan mereka.

PENGHARGAAN:
– 1st Prize Mixed Chamber Category, Concorso Musicale Di Filadelfia, Italy, 2016.
– 1st Prize Ensemble Category, Tarrega Malaysia International Guitar Festival,
Kuala Lumpur, Malaysia 2017.
– 2nd runner up Japan International Guitar Festival, Tokyo, Japan 2018.

Kroncongan Agawe Santosa Tampil di Borobudur Writers and Cultural Festival 2019

Senang sekali mendapat kesempatan untuk ikut tampil di pembukaan festival keren dan bergengsi: Borobudur Writers and Cultural Festival 2019 pada 21 November. Kami tampil cut to cut dari pukul 16.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB. Terlihat hadir di acara pembukaan beragam tokoh-tokoh kebudayan, penulis, dan masyarakat umum. Sampai jumpa kembali di BWCF berikutnya!

Keroncong Riwayatmu Nanti

Keroncong dulu adalah musik minoritas, dicap pinggiran, musiknya para “buruh cinta” di gang-gang sempit. Beruntung ada Kusbini menaikkan harkat keroncong ke panggung “serius”, dengan musik yg digarap sungguh, lirik yg dipikirkan dan aduhai bobot kesusastraannya. Keroncong naik level, lalu ada Bintang Radio, turut menjadi persemaian penyanyi-penyanyi berbakat. Keroncong terus punya pergeseran posisi sejak mulai ada ratusan tahun silam. Tapi ada fase hilang, dimana keroncong tak ada gaungnya, tepatnya di 1661 ke sini.

Awal abad 20 adalah penentuan. BEKA Records sangat berjasa di tahun-tahun 1900an awal. Lalu keroncong terus didengarkan di ruang-ruang pribadi, kampung, festival, hingga kanal-kanal digital.

Mendengarkan keroncong itu sesungguhnya mendengarkan apa? Apanya yang sungguh-sungguh ingin kita dengarkan di dalam musik keroncong?

GusFu dan Keroncong Milenial

Tahun 2019, Kroncongan Agawe Santosa, komunitas musik keroncong yang saya kelola, kembali mendapatkan pengalaman seru dan menarik. Setelah diundang untuk ikut tampil meramaikan acara Festival Band Sholawat 2019 di Taman Budaya Yogyakarta, 29 Juli lalu, kini kami akan merencanakan mini album bertajuk: GusFu dan Keroncong Milenial, dan merilisnya di tahun ini juga! Proyek ini akan dikomandani oleh Mas Andre dari ROFA Band. Seluruh lagu dikarang dan dinyanyikan oleh Gus Fuad Plered, Pimpinan Pondok Pesantren Roudlotul Fatihah. Saya mengaransemen empat lagu untuk mini album ini, dan Mas Puput Pramuditya untuk dua lagu lain.

Festival Mocosik 2019

Senang sekali diberi kepercayaan dan kesempatan untuk bergabung menjadi narasumber di agenda unik, bergengsi, dan berbobot: MocoSik, sebuah festival yang menggabungkan buku dan musik di satu buana. Pada 2019 ini festival MocoSik sudah menginjak tahun ke-3. 


Aku mendapat jatah duduk sederet dengan orang-orang hebat, foto dari kiri: Nuran Wibisono (jurnalis, penulis), David Tarigan (Irama Nusantara), Hengki Herwanto  (Museum Musik Indonesia), dan Adib Hidayat (Billboard Indonesia).


Kami ditugasi menyampaikan pikiran-pikiran tentang seluk-beluk pendokumentasian musik di Indonesia, mulai dari sejarah, tantangan yang dihadapi, hingga soal-soal teknis dan pengelolaan. Semua itu, tentu saja, tidak mudah. 
Kami ini memang sekumpulan orang-orang aneh dan keras-kepala, suka mengumpulkan artefak musik yang belum tahu ada gunanya apa tidak; mulai dari vynl, kaset, buku, majalah, partitur, manuskrip, foto, dan lain-lain. 


Diskusi yang digelar di hari terakhir MocoSik 2019, 25 Agustus, berlangsung hangat, seru, dan intim. 
Terimakasih teramat dalam kepada seluruh kerabat hebat MocoSik 2019, khususnya kepada Gus Muhidin M. Dahlan, punggawa Warung Arsip, idolaku, yang membukakan jalan demi pertemuan “langka” ini. 
Foto: Reza Amaludin, MocoSik