Orkes Pasar Keroncong Feat. Brian Prasetyoadi

Tahun 2019 saya dipercaya oleh panitia Pasar Keroncong Kotagede untuk ikut berkontribusi menyumbangkan pikiran mengenai materi acara. Boleh dianggap semacam “kurator”, meskipun tidak serius-serius amat.  Sejujurnya semua serba mendadak. Saya baru dihubungi oleh Pak Natsir, Ketua Panitia, di sekitar akhir Agustus. Puji Tuhan semua tetap lancer sesuai harapan bersama.

Setelah dua kali tampil berturut-turut, di tahun 2019 saya memutuskan untuk tidak tampil, tidak nabuh. Sebetulnya Pak Natsir meminta Kroncongan Agawe Santosa untuk ikut tampil di tahun ini.  Saya merasa ndak enak saja, tampil terus. Lantas saya mengusulkan kepada Pak Natsir agar PKK membentuk sebuah kelompok yang dinamakan Orkes Pasar Keroncong, sebagai pengganti Kroncongan Agawe Santosa. Orkes Pasar Keroncong saya maksudkan sebagai “branding” untuk event Dinas Pariwisata Yogyakarta yang diselenggarakan tahunan ini. OPK akan tampil tahunan khusus untuk mengiringi penyanyi-penyanyi yang diundang tampil di PKK.

Ide ini disetujui oleh Pak Natsir.

“Lalu siapa ya Mas Erie bintang tamu yang diusulkan untuk tampil tahun ini?” tanya Pak Natsir.

“Brian vokalis Jikustik pak, saya rasa cocok.” usul saya sembari memberi beberapa alasan.

Usul tersebut juga langsung diterima oleh Pak Natsir.

Maka saya mulai “membujuk” Mas Brian, juga melalui Manajernya, Mas Jatie, agar Mas Brian mau bernyanyi di PKK tahun ini. Dan Puji Tuhan lagi, Mas Brian belum ada jadwal manggung di 19 Oktober dan menyanggupi tawaran ini. Kami kemudian mengatur pertemuan demi pertemuan, hingga menyelenggarakan sekali latihan di 18 Oktober.

Saya membentuk tim Orkes Pasar Keroncong dalam formasi yang saya putuskan dalam 6 instrumen. Kibor (Eko), Biola (Pandu), Cak (Revi), Cuk (Theo), Selo (Novti), Bass (Bagas). Terima kasih juga kepada Mas Wawan yang turut merekomendasikan beberapa nama musisi. Pilihan formasi yang saya tentukan ini bagi saya simpel tapi menarik, juga mengakomodasi kebutuhan corak lagu-lagu yang akan dinyanyikan oleh Mas Brian. Terutama keputusan untuk menyertakan kibor.

Tiba juga waktu pentas. Kami tampil untuk menutup penampilan di Panggung Kajengan. Total ada 3 panggung di PKK. Mas Brian tampil sangat interaktif. Suaranya, bagi saya, jernih dan pas. Mas Brian juga merupakan pribadi yang baik dan mau belajar, mau lembur latihan dan memberi banyak masukan untuk tim. Video amatir penampilannya bisa disaksikan di sini, sebelum dirilis video resmi dari panitia.

Acara keseluruhan juga berlangsung sukses. Beberapa hari kemudian saya diberi hadiah oleh Pak Natsir sebuah amplop apresiasi (hehe), ditambah bonus traktir makan dan 5 buah kaos Pasar Keroncong. Senang bukan main pengalaman ini. Dan bahagia bisa berkontribusi lebih intim di PKK 2019 ini.

Foto: Erie.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.